Sedang dicoba

Gedung Senilai Rp.1,3 Miliar Untuk KPU Nunukan Mangkrak Sejak 2013

Nunukan – Gedung yang diperuntukkan untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan Kalimantan Utara mangkrak sejak 2013.

Kondisi gedung yang berada di depan Mako Brimob Jalan Ujang Dewa Sedadap Nunukan Selatan ini, dikelilingi ilalang setinggi pinggang orang dewasa dan terlihat tak terawat, padahal, gedung ini dianggarkan pembangunannya melalui APBD dengan besaran Rp.1.369.321.000.

Sekretaris Daerah Nunukan Servianus mengatakan, gedung tersebut telah diserah terimakan kepada KPU Nunukan, sehingga pertanggung jawabannya bukan lagi ranah Pemkab Nunukan.

‘’Sudah diserah terimakan, perkara belum ditempati saya belum tahu, mungkin ada meubelair, listrik, atau masalah air saya kurang tahu, pasti ada kendala, bisa dikonfirmasi langsung saja ke KPU,’’ujarnya, Senin (24/08/2020).

Ketua KPU Nunukan Rahman mengakui bahwa gedung dimaksud sudah menjadi tanggung jawab KPU, hanya saja untuk urusan kepindahan kantor, KPU masih terkendala tahapan Pilkada serentak 2020, sehingga belum bisa dilakukan.

‘’Kemarin rencana pindah bulan Juni 2020, saat belum ada keputusan melanjutkan tahapan (akibat pandemi Coivid -19), tapi karena tahapan dilanjutkan, akhirnya tak memungkinkan untuk terburu buru pindah,’’jawabnya.

Keadaan gedung juga dikatakan sudah layak ditempati, listrik sudah terpasang, tinggal saluran air PDAM yang belum ada, memang diakui penyelesaian gedung dikatakan belum 100 persen, sehingga masih butuh banyak perbaikan dan renovasi di banyak bagian.

‘’Kemarin kami berhitung juga, masih harus dipasang setidaknya sepuluh unit AC (pendingin ruangan), itu butuh pembiayaan lumayan besar, sehingga tidak bisa untuk segera pindah,’’tegasnya.

Rahman juga mengakui, meski gedung belum sepenuhnya rampung, KPU meminta hibahnya disegerakan, mengenai urusan kelengkapan dan meubelair, akan dikoordinasikan dengan KPU RI pasca hibah dilakukan.

Permintaan inipun kemudian disetujui, begitu pula dengan KPU RI yang setiap tahunnya mengirimkan dana hibah 100 sampai 200 juta rupiah, jumlah yang kata Rahman terbilang kecil, sehingga hanya digunakan untuk renovasi dan perbaikan ruangan-ruangan yang mengalami kerusakan.

‘’Kami akan pindah setelah Pemilu Kada selesai, tapi alangkah baiknya jika Pemkab Nunukan juga membantu, masih ada pagar dan paving blok yang belum selesai,’’katanya.

Pembangunan gedung KPU Nunukan ini mengacu pada kontrak Nomor : 640/11/PPK/SPPP/TB/DPU – CK/V/2013, dikerjakan oleh CV. Sei Jaya dimulai Mei 2013 dengan waktu pengerjaan 180 hari kalender. (Dzulviqor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.